Puisi Esai M Aan Mansyur – Tentang Sajak “Kota: Anak Desa yang Kurang Ajar”

tokojamdiatas
“Toko Jam di atas”, Hasan Aspahani, Jakarta, 2016.

ASRUL Sani menerbitan sebuah esai di Siasat, 1 April 1951, “Surat Singkat tentang Esai”. Sebuah esai tentang Esai. Esai, tulis Asrul, adalah pintu tersembunyi dari kehendak yang hendak mengatakan “beginilah sebenarnya”. Asrul menegaskan bahwa esai adalah sebuah percobaan.

Asrul adalah sedikit antara penulis esai kita yang unggul. Ia menulis pada masa-masa itu dengan masygul. Ia membela esai. ‘Jadi, esai adalah permintaan kerelaan,” ujarnya.

Lanjutkan membaca “Puisi Esai M Aan Mansyur – Tentang Sajak “Kota: Anak Desa yang Kurang Ajar””

Masih akan Terus Ada Puisi Hari Ini dan Seterusnya

 

tanyhi
Foto dari Twitter M Aan Mansyur @hurufkecil 

DI Makassar International Writer Festival (MIWF) Mei 2016 lalu, ada perayaan untuk buku puisi M. Aan Mansyur “Tidak Ada New York Hari Ini” (Gramedia, 2016).  Hari itu, penjualannya sudah menembus 40 ribu, padahal belum sebulan buku itu diluncurkan. Dan angka tersebut terus bertambah.   Mula-mula mari kita ucapkan tahniah kepada penyair dan semua pihak yang terkait dengan ide yang memungkinkan buku ini terbit dan menjadi fenomena.  Ya, ini adalah sebuah fenomena dan kabar baik bagi puisi.

Lanjutkan membaca “Masih akan Terus Ada Puisi Hari Ini dan Seterusnya”