Puisi Esai M Aan Mansyur – Tentang Sajak “Kota: Anak Desa yang Kurang Ajar”

tokojamdiatas
“Toko Jam di atas”, Hasan Aspahani, Jakarta, 2016.

ASRUL Sani menerbitan sebuah esai di Siasat, 1 April 1951, “Surat Singkat tentang Esai”. Sebuah esai tentang Esai. Esai, tulis Asrul, adalah pintu tersembunyi dari kehendak yang hendak mengatakan “beginilah sebenarnya”. Asrul menegaskan bahwa esai adalah sebuah percobaan.

Asrul adalah sedikit antara penulis esai kita yang unggul. Ia menulis pada masa-masa itu dengan masygul. Ia membela esai. ‘Jadi, esai adalah permintaan kerelaan,” ujarnya.

Lanjutkan membaca “Puisi Esai M Aan Mansyur – Tentang Sajak “Kota: Anak Desa yang Kurang Ajar””

Iklan

Pessoa, Empat Namanya, Satu Orangnya

Pessoa heteronimos

EMPAT penyair terbesar yang lahir di negeri Portugis adalah Fernando Pessoa, Fernando Pessoa, Fernando Pessoa dan Fernando Pessoa. Ini benar-benar benar! Saya tidak bilang Pessoa empat kali lebih besar dari penyair manapun di Portugal, tapi Pessoa memang berhasil memecah dirinya menjadi empat penyair hebat: Fernando Pessoa sendiri, lalu Ricardo Reis, Alberto Caeiro, Alvaro de Campos.

Itu saja sudah bikin geleng-geleng kepala, tapi jangan habis kagum dulu! Pessoa menulis karya dalam 86 nama samaran lain, meskipun tak semuanya sempat terpublikasi! Tapi, tiga nama tadilah alteregonya Pessoa yang paling “berhasil” dan ia besarkan. Ketiganya punya latar belakang kehidupan dan menulis karya dengan gaya masing-masing. Tak terbayangkan itu lahir dari tangan dan pikiran satu orang saja. Itulah kegilaan Pessoa.

Lanjutkan membaca “Pessoa, Empat Namanya, Satu Orangnya”