Soneta Coto untuk Al-Fian Dippahatang

KAU menggambar sayap pada seekor sapi di Bulukumba
Sapi itu nanti membawamu terbang jauh, ke Makassar
Seorang pedagang curang mencuri sapi itu dan menyembelihnya
Di buku yang kini kosong kau tak mau lagi menggambar
Kata-kata yang sering kau ucapkan tapi selalu kau abaikan
berlompatan dari pembatas buku di sebuah perpustakaan.
Daging pada coto yang kita hadapi malam itu, bukan
berasal sapimu yang hilang. “Ini berasal dari kanvas Dali,”
katamu, kuku kayu manismu menunjuk sebuah katalog.
Rempah keruh pada kuah yang kita sesali malam itu,
dengan tabah menyimpan misteri dan tragedi negeri ini.
: pedas pedang, wangi darah; dan amis mimpi-mimpi.
Kau memang telah kehilangan sapi, tapi tak menangis lagi,
Kau telah pandai memasak, telah menemukan rerempah puisi.