Halo, Michael!

  • Save

“HALO, Michael!”

Ia terbaring sendiri,
sepenuhnya dimiliki
oleh kesepian itu,
ranjang pasien putih,
baju pasien putih,
di paviliun yang
diberi nama keluarganya,
yang sejak lama ingin ia
putihkan, seputih-putihnya.

“Ini aku: Kay…”

*

Di ruang perawatan itu,
ia melihat maut yang baik,
berbaring di sampingnya,
diabetes di saluran
darahnya, dan dendam
yang memperbanyak diri,
terus berbiak di kepala
musuh-musuhnya.

Tak tahu siapakah yang
nanti – lebih dahulu
mencium tangan siapa.

*

Percakapan mereka
kikuk dan cemas.

“Aku tak pernah
melihatmu selemah itu.”

“Aku tak mengira
kau datang menjengukku.”

“Tapi aku datang, dan
aku di sini, Michael.”

*

Di ruang perawatan itu,
selang udara bersilangan
di wajahnya, menyambung
sedikit nafas, seperti
persoalan-persoalan
yang ingin dia bereskan.

*

Di ruang perawatan itu,
ia telah berdamai dengan
banyak hal, ia akan
melepaskan segalanya,
seperti ia bebaskan
Anthony, dia hanya
ingin sempat melihat
anak lelakinya menyanyi,
di sebuah opera
di Palermo, Sicilia.

“Aku sakit, Kay, aku
merasa lebih bijak. Dan
kalau nanti aku mati,
aku akan jadi cerdas.”

*

“Halo, Michael!”

Lalu anak-anak baik
itu memeluk ayahnya.

Tapi Kay tidak, ia
berdiri saja di sana,
dalam rentang jarak
yang tak ingin lagi
ia lintasi.

(2022)

Baca juga
Stanza ke-4 untuk Lagu Indonesia Raya
  • Save

Stanza ke-4 untuk Lagu Indonesia Raya Indonesia tanah yang perihtanah tumpah luka tak sembuh-sembuhdi sanalah aku merintihmemangku ibu yang ringkih Baca

Engkau Sudah Bisa Menyetir Sekarang
  • Save

Engkau Sudah Bisa Menyetir Sekarang              : shiela LIHATLAH jalanan, lihatlah kita, Nak,sekarang, dan engkau bukan kanak lagi,sudah punya SIM dan Baca

Perihal Membaca Puisi (16): Semacam Kebetulan Kau Pembaca dan Aku Penulis
Perihal Membaca Puisi (16): Semacam Kebetulan Kau Pembaca dan Aku Penulis

Oleh Edward Hirsch Membaca puisi meminta pembaca yang aktif yang harus secara imajinatif berkolaborasi dengan puisi untuk memberi suara kepadanya. Baca

Sajak yang Ihsan
Sajak yang Ihsan

Banyak sahabat yang menulis puisi untuk saya. Tapi, sajak ini beda. Bersama penyairnya kami berkongsi masa lalu, kenangan yang sama, Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap