Di Hadapan Jenazah Santino

  • Save

KETIKA dia terbaring
dengan punggung hancur
karena hujan peluru,
pada malam itu, mereka
membantai Santino.

“Lihat, bagaimana
mereka membunuh anakku,”
katanya kepada Bonasera.

Si perias jenazah itu
mengangguk dan
menangis, teringat
rasa sakitnya sendiri,
membayangkan
wajah anak gadisnya
yang rusak, yang
di awal cerita
membawanya
menghadap dan
mencium tangan
Godfather kita.

“Jangan sampai ibunya
melihatnya dengan
wajah hancur begitu…”

Santino. Santino.

Santino liar dan lapar.

Api yang tak berkendali.
Api yang membakar
dirinya sendiri.

Santino kendala kendara.

Melingkarkan kawat api
ke leher Godfather kita.

“Jangan buat pengusutan,
atur pertemuan, aku
mau tawarkan
perdamaian…”

Godfather kita
sudah tahu
orang-orang harus
mencium tangan siapa,
setelah ia menarik
dirinya.

“Aku ingin tak ada
yang mengganggunya,
aku ingin Michael
pulang ke sini, keluar dari
persembunyiannya.”

(2022)

Baca juga
Halo, Kay!
  • Save

FOTO-FOTO duludi dinding itu,membuat dia bertanyapada masa lalunya,yang tak ada lagidi dalam dirinya,"apakah aku pernahberbahagiabersamanya?" Dia ketakutan sejakmemasuki ruang kerja Baca

Minuman yang Tak Sempat Disuguhkan Kay kepada Michael
  • Save

SETELAH pemakaman,setelah pembabtisan,ia bereskan urusan keluarga,dan Connie menangis. "Kamu bunuh dia Michael!"Kay mengulangi kalimat itusebagai pertanyaan. "Hanya sekali ini kau Baca

Serahkan Tugas Itu Kepada Clemenza
  • Save

"SERAHKAN tugas itukepada Clemenza," katanyakepada Tom Hagen,penasihatnya, yangbukan orang Italia. Di Amerika, (jugadi mana-mana, yangbukan Amerika), akanselalu ada jalan buntubagi Baca

Tentang Apollonia dan Seorang Lelaki yang Bersembunyi
  • Save

APOLLONIA adalah petirmenyambar mata lelakisedang sembunyi. Di bukit-bukit Sisiliadi antara kerabat,pengawal, danpengkhianatdi komuni kecildi Palermo, lelaki itumengeringkan tangannyamendinginkan jarinyayang panas. Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap