Lagu Terakhir Untukku

AKU masih mencoba untuk betah
berada di sini
panggung kosong
gelap melempariku
dengan sepi.

Tapi sementara ini
inilah tempat yang paling masuk akal
untuk seseorang yang nyaris habis akal.

Tadi kita berciuman sekali,
kita berciuman dua kali,
kita berciuman sekali lagi,
seperti ciuman yang terakhir kali
dan memang itu tadi ciuman kita
yang terakhir kali.

Di panggung itu kini
aku bayangkan engkau bernyanyi
dengan pandangan yang menggantung
pada titik kosong
di antara jatuhan cahaya lampu
dan mejaku dengan gelas dan botol
yang telah berganti isi.

Di panggung itu lalu
aku mengutuki diriku sendiri
komika yang gagal menyusun materi
lelucon untuk menertawakan diriku sendiri.

Aku masih berada di sini
mencoba mengecoh sedikit sisa waktu
mencoba mengutuhkan kepingan-kepingan kesadaran
mencari di mana harus kuletakkan
kalimat yang kau selipkan
di antara lirik lagu
yang tadi kau nyanyikan
lagu terakhir untukku.

(2021)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s