Presiden dan Penyair

BENARKAH ketika politik menyimpang maka puisi yang akan meluruskannya seperti kutipan terkenal dari pidato John F. Kennedy saat meresmikan perpustakaan Robert Frost, sahabatnya, penyair favoritnya yang membaca puisi saat pelantikannya?

Apa yang bisa dilakukan puisi terhadap politik yang menyimpang? Kennedy saat itu tidak bicara sebagai politisi, paling tidak bukan dalam peristiwa politis. Jadi ucapannya itu tak bisa dituduh menyimpang dan tak perlu puisi untuk meluruskannya.

Nasem Nicholas Taleb membuat saya memikirkan lagi kutipan Kennedy yang membuat para penyair di dunia besar kepala, meskipun tak banyak yang paham benar apa maksudnya. Kata Nasem, kalau ingin membuat kesal seorang penyair, jelaskan puisinya.

Kenapa Nasem berpikir dan menyimpulkan begitu? Apakah kejelasan puisi adalah ciri puisi buruk? Dan sebaliknya ketidakjelasan menunjukkan ketinggian mutu? 

Kembali ke soal awal, jangan-jangan pidato Kennedy itu sejenis puisi juga yang tak jelas maksudnya, dan memang di wilayah yang tak-terjelaskan itulah memang tempatnya. 

Di Indonesia soal ini juga pelik untuk dijawab. Meskipun kerap tidak jelas, pidato presiden jelas bukan puisi. Kadang-kadang presiden sendiri seperti tak tahu apa yang ia sampaikan. Dan, nah ini dia, seperti penyair yang disebut Nasem, dia sering kesal kalau masyarakat bertanya meminta kejelasan atau ketika ada yang menjelaskan di mana salahnya pidatonya. Jangan-jangan itu juga bukan pidato?

Jangan-jangan dia itu bukan… Ah, sudahlah, semakin tak jelas saja! 

Baca juga
Klaketik Klak, Klaketik Klak
  • Save

DI Chicagoatau Pasarminggu,(terserah, dah!)main aja di mari,kalau mau belimangga, pisang,atau jambu,bebuahanlezat bergizibikin lidah pribuminandak lincah menari! Agar jadi anak sehatyang Baca

Tampar Aku Sekali Lagi, McCluskey
  • Save

SUARA anjingdan tangis bayisuara keretadi rel yang dekatyang kian mendekatmenabrak sunyiyang tak terhalangi. Suara tembakanbeberapa kali. Dia ingatpanduan Clemenza:tembak tepat Baca

Halo, Michael!
  • Save

"HALO, Michael!" Ia terbaring sendiri,sepenuhnya dimilikioleh kesepian itu,ranjang pasien putih,baju pasien putih,di paviliun yangdiberi nama keluarganya,yang sejak lama ingin iaputihkan, Baca

Halo, Kay!
  • Save

FOTO-FOTO duludi dinding itu,membuat dia bertanyapada masa lalunya,yang tak ada lagidi dalam dirinya,"apakah aku pernahberbahagiabersamanya?" Dia ketakutan sejakmemasuki ruang kerja Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap