Kembang Nini Aliyah

NINI Aliyah pencinta bunga-bunga
dan bunga-bunga memberinya cerita.

Di ruang tengah yang lapang
di tengah hamparan lampit rotan,
di atas meja pedistal
ia letakkan rumpun kuping gajah
aku kira itu gajah dari Afrika
besar sekali kupingnya
dengan hijau yang tebal
dan batang yang meninggi
mempertahankan seluruh daunnya,
“pilih satu daun dan bisikkan
cita-citamu padanya, di suatu
tempat nun di sana ada gajah-gajah
yang mendengarkan dan berdoa agar
Tuhan membantumu mewujudkannya,”
kata Nini Aliyah dan aku percaya.

Di teras belakang, di antara belanai,
di satu pojok teduh ternaung,
ia tanam kembang wijaya kusuma,
Nini Aliyah bilang ada perempuan
yang hidup di dalam bunga itu
secantik putri junjung buih
dan bunganya yang menggantung
yang berwarna merah muda itu
adalah air mata dari tangis
yang sekian lama ia tahan. Dan
ketika di suatu tengah malam
bunga itu mekar, maka itu pertanda
si perempuan telah menemukan
seorang lelaki yang bisa membuatnya
tersenyum dan tertawa. “Karena
bahagia si perempuan menangis
dan tangis itu harum sekali baunya,”
kata Nini Aliyah dan aku percaya.

Nini Aliyah pencinta bunga-bunga
dan bunga-bunga itu mencintai dia.

(2021)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s