Obrolan Nini Upah dan Nini Rukiah

: Cerita untuk Jiu dan Iwan

KALAU Nini Upah
dan Nini Rukiah bertemu
mereka akan saling bertanya
tentang serimbun apa
rumpun sirih yang mereka tanam
di rumah masing-masing.

Juga kapan terakhir kali
ikut berhuma dan mengetam padi.

Aku kira mereka
masih membayangkan
tinggal di rumah
di tengah kebun
sebelum Nini Upah
pindah ke arah gunung
dan Nini Rukiah
pindah ke muara.

Mereka berbincang
(menghadap takzim
pada seperangkat cerana)
tentang berapa jumlah cucu
(menyebutkan satu per satu
nama anak dan masing-masing
telah punya anak berapa,
setelah menikah
dengan anak siapa)
sambil membalurkan kapur pada
permukaan daun sirih,
membubuhkan hancuran gambir,
dan sehimpil pinang,
lalu menumbuknya
dalam lumpang kuningan kecil,
sebelum mencungkil dengan
telunjuk lalu mengunyahnya
perlahan. Perlahan-lahan.
(Konon begitulah cara mereka
selamat dari paksaan tentara Jepang)
Dan di antara mereka harus ada pekucuran
tempat membuang segala yang memualkan
kenangan tentang wabah kolera,
cacar dn malaria, juga segumpal
tembakau sugi.

“Apakah kolam di samping
rumahmu dulu itu masih
banyak ikan papuyu?”
tanya Nini Upah.

“Kolamnya sudah mendangkal,
ditumbuhi kangkung dan susupan,
kembang tanding dan kayapu,
juga keladi di sekelilingnya,
papuyu dan haruan tak ada lagi
habis dimakan berang-berang,”
kata Nini Rukiah.

Nini Rukiah sebenarnya
hanya mengulang laporan
yang kusampaikan. Ia telah
lama tak melihat kebunnya lagi,
tapi selalu bertanya setiap
kali aku pulang menjatu kelapa
di kebunnya, di kebun yang
di sekelliling bekas rumahnya
menjulang pohon pinang,
dan rumpun sirih merambat
tinggi di batang pohon kuini,
yang dulu ditanam kakekku
ketika aku belum ada.

Kalau Nini Upah dan
Nini Rukiah berpisah, telah disiapkan
Sebungkus pisang rimpi, nasi kering
dan sewadah iwak wadi
(konon dengan awetan makanan itulah
dulu mereka bertahan
dari ancaman kelaparan
karena kekurangan pangan)

(2021)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s