Warung Haji Hani, 2

WARUNG Haji Hani adalah
laboratorium uji coba bebauan
aku betah berlama-lama di sana
belajar mengingat dan membedakan
aroma tembakau lambak dan sisa
kretek pada kotak kardus bekas
uap besi pada kotak paku
dan bau ampas kelapa dari
gudang pelalaan, juga
ragi tapai dan blau cucian cap diamond.

Aku memang harus selalu curiga
pada penciumanku, hidung yang
selalu sumbat oleh ingus
dan tumbuh pula polip besar
di rongganya.

Warung Haji Hani adalah
pusat perputaran ekonomi
di Sungai Raden, kampung kami.

Kami adalah petani kelapa yang juga
menanam padi, tapi melihat
tumpukan beras bagus
dalam karung-karung goni
di warung Haji Hani kami tahu
kami tak akan pernah kelaparan,
kami selalu punya cadangan
untuk disisihkan setakar serumah
beras baik untuk Paman Sapari
kaum penjaga masjid kami.

Warung Haji Hani adalah
pintu masuk bagi kami
terhubung ke berbagai kota lewat
koran bekas Surabaya Post, Kompas,
Simfoni, atau Sinar Harapan
terasi dan kerupuk udang Sidoarjo,
sandal Swallow, sabun Sunlight,
permen Trebor, kue koya cap lebah, juga
tingting kacang entah apa mereknya.
Barang-barang yang dibawa agen Adiyono,
distributor besar dengan sengau tionghoa
datang dari kota, berdagang sepanjang
jalan negara Balikpapan – Handil 2.

Warung Haji Hani adalah
pertemuan dan kecewa hati seorang anak lelaki
dengan Superman, komik tipis
hadiah Lifebouy (bila membeli dua),
yang hanya kucuri baca, yang tak pernah
bisa kukoleksi, karena keluarga kami
tak memasukkan sabun mandi
dalam daftar kebutuhan harian,
kami hanya memakainya sekali setahun
saat mandi pagi hari raya Idulfitri.

(2021)

Baca juga
Aku, Lidahku, dan Kamus Besarku (1)
Aku, Lidahku, dan Kamus Besarku (1)

MULUTKU tak cukup besar untuk menelan seluruh kamus-besarku Para penyusun kamus-besarku tidak selapar lidahku yang liar Aku makan kata-kata yang Baca

Membelai atau Melecut?
Membelai atau Melecut?

Oleh Hasan Aspahani KALAU ada seorang anak kecil dengan berani dan penuh percaya diri memasak dengan mencoba langsung di dapur Baca

Halo, Michael!
  • Save

"HALO, Michael!" Ia terbaring sendiri,sepenuhnya dimilikioleh kesepian itu,ranjang pasien putih,baju pasien putih,di paviliun yangdiberi nama keluarganya,yang sejak lama ingin iaputihkan, Baca

Mampus Kau Dikoyak-koyak Improvisasi
  • Save

PENGEN ketemu Minguseh ketemu Hutagalung,sama-sama Charles, sih,tapi bu bu bu bukanBukowsky. Potret diri dalam tiga warnadidengerin pagi-pagikayak rekuim bagihidup yang Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap