Teras Rumah Haji Imlan

TERAS lebar rumah Haji Imlan
adalah medan pertempuran
di situ dia melupakan
baju tilasan,
batu asahan, dan
parang penebasan
juga sapi yang ia lepaskan
di padang rumput di antara
pohon kelapa kebunnya
yang luasnya ratusan kali
lapangan sepakbola.

Teras itu teduh, ternaungi
nusa indah merah dan
kol banda yang daunnya
seperti pucuk semua
seperti pucuk selamanya.

Di teras rumahnya itulah
Haji Imlan menunggu lawannya
mengembalikan anak-anak catur
sisa permainan semalam
membayangkan kemungkinan lain
langkah kuda hitam,
kemana benteng harus dipindahkan
dan arah silang luncur telajuk.

Cahaya lampu neon
di teras rumah Haji Imlan
terang sepanjang malam
ia punya genset sendiri
dan beberapa liter solar
itu murah saja baginya.

Ada televisi besar
di ruang tengah rumahnya yang besar
yang selalu dihidupkan
tapi bagi anak-anak cucunya
tak ada acara yang menarik
kecuali apabila sesekali
Haji Imlan membolehkan
mereka memutar
video film Rhoma Irama.

Teras rumah Haji Imlan
adalah teras rumah paling luas
dan paling terang di Sungai Raden.

Orang kampung datang berkumpul
menonton pertarungan catur
antara ayahku dan dia
dengan skor yang tak tercatat
dalam permainan yang seperti
tak pernah tamat.

Aku ada di antara mereka
bertahan sampai para penonton
mengantuk dan permisi pulang
seorang demi seorang
dan tinggal ayahku, Haji Imlan,
dan ratu dan segelintir prajurit
di papan catur.

Aku ada di teras itu
menikmati terang lampu
(di rumah kami hanya ada satu bohlam
yang redup nyalanya)
berpetualangan dalam sejilid buku
bersama Tom Sawyer menelusuri
Sungai Mississippi
kadang sampai tertidur
dan terbangun ketika kudengar
salah seorang dari
dua lelaki yang menekuri
papan catur itu berkata, “skak mat!”

Aku dan ayahku pulang
ke rumah kami yang tak terlalu jauh
dari teras terang rumah Haji Imlan.

Dari halaman kami
aku melihat dia masih mengamati
posisi akhir permainan
dan mempelajari langkah berikutnya
pada pertarungan esok
pertarungan lanjutan.

(2021)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s