Elegi bagi Dewi Venus

(setelah mendengarkan Freddy Tamaela)

YANG paling menyiksa adalah bayangan
(aku tahu itu setelah aku tak bisa
mengusir engkau dari alam anganku)

Kini kau asing dan aku pun asing
dilerai kata yang dulu menyatukan
(yang kini tak lagi bisa kita mengerti)
yang kini mengoranglainkan kau dan aku

Kini kau jauh dan aku pun semakin jauh
hari-hari nyata kuhadapi dengan berani
tapi kenyataan tak pernah kupahami
(misalnya: aku tak tahu bagaimana caranya
memendam cinta sambil mencoba melupakanmu)

Aku bangga pernah ada di hatimu dan
tetap akan ada di hatimu, dan itu cukup,
aku tahu sehabis itu semua jadi tak ada

Kau adalah harapan yang kubawa pergi
yang aku tahu tak akan pernah ada lagi
ketika kelak aku kembali ke kota itu

Dalam avonturir, di sepanjang rel dan
perjalanan, di emperan pertokoan, yang
kubawa sesak dalam ransel adalah resah
dan bayangmu yang menggoda, kunikmati
sakit dan pedihnya, siksa dan perihnya.

Dalam senyap aku menjerit (kau tak tahu)
dalam diam aku berlari (kau mengikutiku)

Tapi bila aku kejar kau kian jauh menjauh

Bila coba kulupakan (kau makin jadi ingatan)
Bila hendak kukubur kenangan (kau gentayangan)

Aku ketakutan, kau hantu menghantui aku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s