Apabila Lagu Itu Ingin Kau Nyanyikan

: Ikhsan Risfandi Zetry Iminy

DI jalan itu tadi
kita melintas bergegas
dikejar angin yang lekas
yang enggan dan dingin
dan kita bayangkan
ada yang tertahan dinding-dinding
rumah di perbukitan

Beirut menyiapkan senja
untuk kita,
setelah hari-hari
dikirim keluar kota
melawati jalan besar
gedung tak berpenghuni
tembok dengan grafiti huruf hijaiyah,
bekas peluru tembakan, dan
baliho tak meneriakkan revolusi lagi.

Kau jerang air untuk teh
dan mendidihlah petang,
di Youtube aku memutar Maalouf
lalu kutulis puisi yang kusiapkan
sebagai lirik apabila lagu itu
ingin kau nyanyikan.

Baca juga
Awak Kapal Karam -Verner von Heidenstam
Awak Kapal Karam -Verner von Heidenstam

Verner von Heidenstam VERNER von Heidenstam (6 Juli 1859 – 20 Mei 1940) adalah orang Swedia Baca

Ibu, 1
Ibu, 1

SEPERTI jenazahmu masih melintang di hadapan dan kami tak ingin berhenti sembahyang, mengucapkan doa-doa yang baik yang panjang di antara Baca

Di Jalan Matraman
Di Jalan Matraman

AKU belum bisa berdamai dengan engkau dan jalan ramai ini.  Seperti kesetiaan yang sia-sia, berdiri di hadapan kemacetan menawarkan brosur Baca

Membaca Chairil di Rumah Dunia
Membaca Chairil di Rumah Dunia

KETIKA buku "Chairil" sedang saya tulis dan masih mencari penerbit, saya datang ke Rumah Dunia. Kepada Gola Gong saya berjanji jika Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap