Aku Berdoa Bersama Indonesia / Sajak Hasan Aspahani

Aku Berdoa Bersama Indonesia
Sajak Hasan Aspahani

KETIKA aku berdoa
aku mendengar Indonesia berdoa
pagi bangkit berkemas,
aku dan matahari menyiapkan diri,
sebelum sampai kedua tanganku
mengusap hangat wajahku.

Dalam doa yang kudengar itu
matahari tersenyum
karena namanya disebut
dalam kalimat yang hangat
dan lembut, dan seperti aku
ia tak pernah bosan
menyiapkan dan menyambut
harapan yang bertunas
yang tumbuh dan berbuah
dan yang akan ada
dan akan selalu ada.

Aku mendengar
kalimat dalam kata-kata yang terang
dari nyala doa yang terjaga,
kayu kering kutambahkan
harapan-harapan menghangat
di dalam dadaku dan dada Indonesia,
karena siang datang,
dan matahari cemerlang.

Aku menangkap
bubuk cahaya doa itu
dalam keringat jalanan,
uap dedaunan,
dan suara saling sapa,
suara harapan dan orang lalu-lalang
dan dari suara gerobak penjual makanan.

Aku menghirup hawa kehidupan
pada udara dalam perjalanan
pada udara setiap persimpangan
pada udara di perhentian
aroma yang mengudara dari doa
yang memadat bersama kerja.

Aku berdoa
bersama Indonesia
dengan kata-kata yang hangat
mengerami telur-telur garuda
menetaskan lagi Bung Karno
menetaskan lagi Bung Hatta
menetaskan lagi sejuta pemuda
yang tak henti berdoa bersama aku,
bersama matahari, bersama Indonesia
dan mengaminkannya dalam kerja

dengan

bekerja.

Jakarta, 28 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s