Persimpangan – Louise Glück

Ragaku, tak lagi kita bisa kemana-mana kini, lebih lama, bersama-sama,
kurasakan kelembutan baru padamu, yang mentah terlalu dan asing itu,
seperti yang kukenang dari cinta masa remaja –

cinta yang seringkali bodoh tentukan arah
tapi tak dalam pilihan, dan daya.
Terlalu banyak kita ingin lekas dapatkan, yang tak terjanjikan –

Jiwaku begitu takut, begitu bengis;
maafkan keberingasannya.
Seperti jiwanya jiwa, tanganku bimbang membelaimu

Tak hendak melukai perasaan
tapi gelora, akhirnya, mencapai ekspresi sebagai saripati:

Bukan bumi yang kelak kurindu,
tapi kamu yang ‘kan kurindu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s