Migrasi Malam Hari / Louise Glück

Migrasi Malam Hari / Louise Glück

Ini kalanya ketika engkau melihatnya lagi
merah buah beri dan debu dari gunung
dan di angkasa gelap itu
malam hari burung-burung bermigrasi.

Sergap nestapa ketika melintas di pikiran
yang mati tak akan lagi melihat mereka –
hal-hal yang padanya kita bergantung
segalanya menghilang meniada.

Lalu apa yang kan bisa menyukariakan jiwa?
Mungkin, kataku sendiri padaku,
kesenangan ini tak lagi perlu;
mungkin, cukup menjadi tiada saja,
sesulit yang dibayangkan bisa.

Baca juga
Seloka Amarananta
Seloka Amarananta

AKU pernah mengutukdan aku menanggung kausal sesal Kalian bukan milik rawa subur iniBangau yang mengikuti musim migrasiKata-kata yang selama iniKukekap Baca

Joget Demokrasi
Joget Demokrasi

KITA membutuhkan lapangan yang basah dan tenda yang malas menahan hujan seharian, dan kita berjoget di atas lumpur itu, di Baca

Blues Adriana
Blues Adriana

Blues Adriana : bre PINGGANGMU cawan sakeia letakkan tangannya di situdan kau sandarkan sepimudi pundaknya. (tapi yang telah tersajimalam itu Baca

Sajak Sapardian: Jalanku Padamu
Sajak Sapardian: Jalanku Padamu

Sajak Sapardian:  Jalanku Padamu Sajak Gusti Hasta Aku berada pada jalur-jalur tak terlihat, seperti doa kekasih pada cintanya yang rajin Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap