Puisi: Sebuah Imajinasi dari Masa Lalu

1. Cara Ucap Terbaik

APABILA seorang yang bekerja pada seseorang hendak menyampaikan hajat kepada tuannya, maka ia akan pikirkan bagaimana cara menyampaikan hajatnya itu dalam bahasa terbaik, ia akan memilih dan menyusun kata-kata yang pantas, agar hajatnya dimengerti dan terlebih lagi agar dengan cara itu hajatnya dikabulkan.

  1. Pengucap yang Terbaik

APABILA ada sekelompok orang hendak menyampaikan satu hajat yang sama kepada pihak lain, maka anggota kelompok itu akan memilih dan menunjuk salah seorang di antara mereka yang paling cakap bercakap, paling fasih berucap, untuk mewakili mereka, agar hajat mereka dimengerti dan dikabulkan oleh pihak yang kepadanya mereka berkepentingan itu.

  1. Magi dan Tenaga Kata

PADA masyarakat lampau, ketika kekuatan alam harus dihadapi dengan teknologi yang belum berkembang jauh, maka ada kepercayaan pada tenaga dan magi kata-kata. Hewan buas bisa ditaklukkan dengan mantra, kobaran api bisa dijinakkan dengan mantra, satu penyakit bisa diatasi dengan jampi-jampi, dan lain-lain. Ada anggota kelompok masyarakat lampau itu yang berkembang menjadi seorang yang dalam dirinya berkembang kemampuan untuk merapal dan menyusun serangkaian kata-kata, ia merasa diberkati kekuatan gaib, dan orang lain percaya. Orang menyebutnya pawang atau dengan kombinasi kemampuan lain ia pun bisa juga disebut dukun.

  1. Berdendang dan Berlagu

Burung liar berlagu, manusia pada masa lampau menyukai kemerduannya, merasakan ada kebutuhan jiwa yang terpenuhi dari mendengarkan lagu riang burung itu. Manusia pun meniru, bersiul atau bersenandung, segala bentuk bunyi yang bisa ia hasilkan dengan alat ucapnya. Ia juga mengisi lagu itu, naik turun nada senandung atau dendang itu dengan kata-kata dalam hitungan dan ukuran yang pas. Dimulailah lahirlah bentuk awal dan dimulailah evoluisi musik dan lirik.

  1. Masyarakat Berkembang, Peran Berubah

Fungsi dan peran hal-hal tersebut di atas berubah, berkembang, atau menghilang, seiring perkembangan dan kemajuan peradaban masyarakat. Akan tetapi, kemampuan berkata-kata atau berbahasa dengan lebih baik, kepercayaan dan kemampuan menghidupkan kata-kata yang menggelorakan perasaan, bentuk-bentuk pengucapan bahasa secara khusus berkembang terus dalam apa yang kita sebut sebagai puisi atau sastra secara luas.

Jakarta, 10 September 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s