Tak Akan Ada Namaku di Antara Seratus Penyair Itu / Sajak Hasan Aspahani

KETIKA mereka memilih dan menyusun seratus nama penyair, aku sedang merencanakan daftar seratus puisi terbaik untukmu. Susah sekali ternyata karena aku telah menulis ribuan puisi, dan di setiap puisi itu tak hanya sekali kusebut namamu.

Ya, tak akan ada namaku di antara seratus penyair itu, tapi akan ada namamu di tiap larik puisiku, kusebutkan atau tak kusebutkan karena engkaulah puisi bagiku, kamulah alasan bagi setiap puisi yang kutuliskan, sejak semula aku mengenalmu hingga kamu pergi meninggalkanku.

Ya, akan selalu ada namamu di semua larik puisiku, kutuliskan atau tak kutuliskan, kamu adalah udara bagi kata-kataku, darah bagi kalimat-kalimatku, apa yang kuhirup masuk mengisi paru-paru, mengalir di tubuhku, lalu kemudian harus kulepaskan kembali, berulang kali.

Akan selalu ada namamu di seluruh bait puisiku, kuwujudkan atau kusembunyikan, sejak kau menerimaku, menulis puisi tentangmu adalah menulis apa saja yang bukan kamu, dengan cara itu ingin kupastikan banyak jejak akan tertinggal ketika engkau pergi dariku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s