Restoran Gulai Kelinci / Sajak Hasan Aspahani

KITA tamu terakhir restoran rugi ini, memesan gulai kelinci. Di genangan kuah itu, duka melompat kian kemari, riang sekali. Bagai lagu dan tari Chica dan Adi.

Pada semangkuk gulai ini, mengapung sepasang mata kelinci, memandangi kita, seperti tatap penjaga gerbang tinggi, memergoki kita mau lari, bolos sekolah lagi.

Sepi sekarang memenuhi semua kursi di restoran ini, menemani kita yang saling menunggu, siapa yang lebih dahulu menangis, dan siapa yang lalu mengikuti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s