Lewat Bulan Juni

  • Save

: sdd

KAMI kini telah bisa tabah
karena kini
bukan lagi bulan Juni
hujan sudah lewat
kami tak lagi
cemas dengan cuaca
dan semua ramalan
tangis sudah bisa
dengan kemas dan rapi
dalam sajak kami sembunyikan.

Kami kini telah jadi bijak
dan jalan panjang ini
akan terus kami telusuri
bulevar teduh dan rindang
pohon berbunga berjajar panjang
kau menanam dan tekun merawatnya
dan matahari suka membuat
bayang-bayang yang lebat
meyakinkan kami yang kerap ragu
mengikuti jejak kakimu.

Kami kini telah lebih arif
menjadi apa saja
melakukan apa pun jua
duduk di bangku besi tempa
memungut dedaunan, buah,
dan bunga yang gugur atau
yang menjuntai sepemetikan tangan
atau menjadi hujan
yang selalu dirindukan dan
secukupnya diserap akar pohon
yang tak pernah kau tinggalkan.

Jakarta, 19 Juli 2020.

Baca juga
Seperti Hujan
Seperti Hujan

berlepasan serat-serat langit berlintasan butir bintang gugur bertempiasan jendela yang sementara tersibaklah tirai panjang tangisan

Kau Tahu Ini Terjadi dimana?
Kau Tahu Ini Terjadi dimana?

ADA yang mendengarkan Banda Neira sambil ikut bernyanyi pelan-pelan seperti tak mau mengganggu angin menguji permukaan batu plasa sambil menyeret Baca

Sapardi Djoko Damono (1940-2020)
  • Save

Catatan: 2006, saya sedang giat belajar menulis puisi. Dari Mas Kurnia Effendi saya dapatkan nomor ponsel Bp. Sapardi Djoko Damono, Baca

Ruang Renung 1 – Perlukah Konsep Puisi?
Ruang Renung 1 – Perlukah Konsep Puisi?

SEORANG kawan yang bertungkus-lumus bekerja keras dan sepenuh hati mencintai puisi bertanya, perlukah falsafah puisi bagi seorang penyair? Bagi saya Baca

2 thoughts on “Lewat Bulan Juni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap