Haiku di Indonesia: Sebuah Tinjauan Sekilas (4)

DALAM buku “Setanggi Timur” kumpulan sajak dari beberapa negeri timur (Turki, India, Tiongkok, dan Jepang) yang diterjemahkan oleh Amir Hamzah, terkumpul sejumlah sajak penyair dari Jepang. Salah satunya adalah haiku karya Basho yang paling terkenal ini:

paya tua beradu cendera
tersingkir sunyi,
katak terjun, plung.
(Basho)

“Setanggi Timur” adalah kumpulan seri tulisan Amir Hamzah di majalah Pujangga Baru. Haiku karya Basho ini muncul di bersama 21 sajak penyair Jepang lain di Pujangga Baru VII/Thn. 4, Oktober 1939.

Upaya penerjemahan oleh Amir Hamzah, tentu telah diputuskan bersama oleh para pengasuh majalah yang punya tujuan memajukan sastra Indonesia. Mereka sadar semua pengaruh baik harus diserap, seperti pupuk yang bikin subur pohon sastra Indonesia. Pengaruh itu diserap dari budaya timur juga barat. Sikap ini dijelaskan oleh J.E. Tatengkeng dalam sebuah esai panjang.

Selain haiku karya Basho, diterjemahkan juga karya Issa, Shi-e, Kosen dan beberapa nama lain. Sebagai perbandingan menarik juga kita kutip utuh haiku dari tiga nama itu.

alangkah cemburu
burung di sangkar memandang kupu!
(Issa)

Wah! Dua bambu muda-usia
Bulan tertawa di celahnya.
(Shi-ei)

Terangnya bulan
Serasa sinarnya menyusup ke hatiku.
(Kosen)

Dari keterangan pada buku itu Amir Hamzah mendapatkan bahan terjemahannya dari buku-buku berbahasa Inggris dan Belanda, bukan langsung dari bahas Jepang. Terjemahan Amir ringkas, rendek, padat tapi tak tentu jumlah suku katanya. Memang sulit mempertahankan hitungan suku kata itu, apalagi kalau itu didapatkan dari bahasa Inggris atau Belanda, yang pasti sudah disesuaikan pula. Amir Hamzah sebagai penerjemah berhasil mempertahankan ketenangan, keriangan, dan kewajaran suasana dan emosi haiku-haiku itu.

Jejak terjemahan Amir Hamzah atas haiku setidaknya membuktikan bahwa sejak akhir tahun 1930-an, orang Indonesia, yang membaca Pujangga Baru tentu saja, telah mengenal bentuk sajak itu. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s