Kehaluan Ideologi Pancasila

Dongeng Pancasila

SEORANG anak mengambil makanan dari kulkas di dapur rumahnya, lalu memberikan kepada pengemis yang sangat lapar. Ia kemudian bertanya kepada ibunya, “kenapa ayah yang bekerja di kantor pemerintahan tak bisa membantu menyejahterakan semua orang, padahal tiap hari ia dan kita semua sembahyang?”

Hasil Penataran P4

KETIKA lulus sekolah kucuri lambang negara garuda Pancasila yang tergantung di depan kelas kami. Di awal tahun ajaran aku ditugaskan oleh guru mata pelajaran keterampilan membingkainya karena aku tak bisa melunasi iuran tambahan.

Tugas Sila ke-5

GURU PMP kami memberi uang Rp.1000, lalu menugaskan kami untuk melaksanakan sila ke-5. Aku membeli selembar kupon Sumbangan Dana Ssosial Berhadiah atau SDSB pada hari Rabu. Aku memasang tiga angka dan tembus. Agen lotre memberiku Rp.100 ribu. Esok malam aku membeli kacang rebus dan sekoteng yang mangkal di depan gang rumah kos-kosan, lalu menonton siaran langsung Thomas Cup di depan toko tetangga. Tim Indonesia kalah, dan kekecewaan menyatukan seluruh rakyat Indonesia. Aku lalu membuat laporan bahwa uang pemberian guru PMP itu kuberikan kepada seorang pengemis yang ketemui di depan gerbang kuburan kota yang kulewati setiap hari ketika aku pergi ke sekolah. Guru PMP memberi nilai 6 di rapotku.

Baca juga
Beberapa Pagi di Rumah Haji Jatta
Beberapa Pagi di Rumah Haji Jatta

DI pagi IdulfitriHaji Jatta berseru memanggil kamisarapan di dapurnyadi depan hangat tungkudengan sepotong kue apamdan teh vanililalu dia bekali kamidengan Baca

Hal-hal yang Bergerak Tidak Lurus dan Tidak Beraturan
Hal-hal yang Bergerak  Tidak Lurus dan Tidak Beraturan

MISALNYA kita berangkat dari Payakumbuh pada pukul dua dinihari dengan seorang supir asyik bercerita tentang kaidah matrilineal jalanan yang berkelok Baca

Waktu Menunggu – Erik Axel Karlfeldt
Waktu Menunggu – Erik Axel Karlfeldt

Erik Axel Karfeldt   Erik Axel Karlfeldt (20 Juli 1864 – 8 April 1931) adalah penyair Baca

Haiku di Indonesia: Sebuah Tinjauan Sekilas (1)
Haiku di Indonesia: Sebuah Tinjauan Sekilas (1)

APAKAH haiku masuk ke Indonesia bersama invasi Jepang? Atau sudah masuk ketika kegiatan mata-mata Jepang sepuluh tahun sebelum invasi itu? Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap