Seloka Amarananta

AKU pernah mengutuk
dan aku menanggung kausal sesal

Kalian bukan milik rawa subur ini
Bangau yang mengikuti musim migrasi
Kata-kata yang selama ini
Kukekap sayang dalam puisi

Mulai sekarang kalian kulepaskan
dan aku akan kembali menjadi milik perjalanan
menurut kaki dari sepatu ke sepatu

Terbang tidak dengan sayap
Hinggap di ujung mata panah
dilepaskan seseorang yang lapar
mengintai dengan jemari gemetar
yang dulu kucemaskan

Padahal sungai mengalir tak henti
gunung tetap kukuh berdiri

Padahal aku juga
bukan pemilik rawa subur ini
meskipun nanti mungkin
mengubur diri di sini
dengan nisan tanah datar
dan epitaf pada rumput
dinyanyikan sekawanan serangga
ditulis cacing yang buta

(2020)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s