Pelajaran-Pelajaran Pertama Akuntansi

1. Yang Tak Terbaca dalam Laporan Akuntansi

DAN kita ingat dia pernah memberi amanat: sebuah perniagaan yang tak pernah kerugian.
Perdagangan dengan transaksi tak tercatat di buku laporan, tak terbaca pada jurnal harian.

Kita mungkin akan mengenang dia, Nabi terakhir. Di gerbang ramai sebuah pasar besar.
Dengan seorang sahabat yang amat lapar. “Tunggu, di sini!” Dan ia kembali. Setelah
sejumlah transaksi. Dengan segenggam dirham, laba keikhlasan yang jujur diperniagakan.

“Belikanlah pada makanan. Secukupnya. Bawalah pada anak dan istrimu,” ujarnya.

Ia sesungguhnya telah memberi sebuah pelajaran tentang hidup dan kehidupan, tentang
tangan, yang menawarkan, yang mengantarkan, yang mengikhlaskan. Yang kiri dan kanan.

Ada yang tak terbaca pada laporan akuntansi: Neraca Pahala, Saldo Dosa, Transaksi Hati

2. Semacam Audit Atas Hati

KITA sepasang penjual-pembeli. Bertransaksi dalam satuan mimpi-mimpi.
“Berapa harga semua ini?” Kita kerap menimbang ragu, membimbang lagu.

Kelak kita mungkin ingin melacak seluruh transaksi. Semacam audit atas hati.
Saat itu segalanya mungkin sudah terbayar. Kita tak lagi peduli laba rugi.

3. Transaksi yang Tak Biasa

BEGINILAH caraku mencintai engkau: tunai segalanya kubayar, pada harga aku tak menawar. Lalu kusimpan rapi rahasia kuitansi, selembar-selembar. Semacam dokumen sah akuntansi, bila kelak ada yang menuntut bukti.

Beginilah caraku mencintai engkau: mungkin kelak ada yang tak tertagih. Kau bilang, “padamu aku berutang.” Dan aku akan menutup mata rapat, menjadi pencatat yang tak cermat. Melakukan semacam penyimpangan pada pembukuan. “Sejak semula sepertama, aku tahu ini adalah transaksi yang tak biasa. Aku peniaga yang tak hirau pada peroleh laba.”

 

4. Kaidah Dua Pintu

DUNIA ini, pasar besar ini,
Menarik kerah baju dan ujung celana. Kita: para peniaga

Lalu tiba-tiba saja telah ada di tengah sana kita
Hingar dalam tawar-menawar yang kasar

Kita tak sempat bertanya
Itu tadi tangan siapa
Bimbang menimbang nilai Waktu
Jual-beli yang senantiasa terjadi pada harga yang tak pernah bisa disepakati

Kita lupa menambal lubang besar di saku

Nanti, di ujung lorong, akan sampai kita pada dua pintu.

Pada pintu satu: menggerutu para peniaga yang rugi
Pada pintu kedua: menuju mereka yang tahu arti kata Kecuali.

Satu pemikiran pada “Pelajaran-Pelajaran Pertama Akuntansi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s