Melupakan Tangis dan Rintih

I came to explore the wreck.
The words are purposes.
The words are maps.
I came to see the damage that was done
and the treasures that prevail.
I stroke the beam of my lamp
slowly along the flank
of something more permanent
than fish or weed

Adrienne Rich (1929-2012)

AKU tak sanggup menjadi perempuan
seperti engkau dengan sakit yang
permanen. Dan kau tak menangis.

Aku tak sanggup menjadi perempuan
seperti engkau dengan luka yang
tak sembuh. Dan kau tak merintih.

Aku tak sanggup menjadi perempuan
seperti engkau tapi aku akan menemani
engkau merasakan sakit dari luka itu.

Menemanimu melupakan tangis dan rintih.

Menamanimu bila memang engkau tak tahan
dan harus menangis dan merintih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s