Sebuah Saran tentang Beberapa Hal yang Perlu Kau Baca Apabila Kau Ingin atau Tak Ingin Menjadi Penyair

BACALAH Bukowski dan berhentilah
membaca saran ini di larik ini.
Bacalah Chairil dan bacalah
sajak penyair yang dibacanya,
dan sajak penyair yang dibaca
oleh penyair yang dibacanya.
Bacalah Rendra dan bacalah
apa yang tertulis dalam
keringat dan air mata
yang tak sempat dibaca
oleh orang-orang yang
berkeringat dan berair mata
yang tak sempat membaca
apa yang dituliskan oleh
Rendra dalam sajak-sajaknya.
Bacalah Sapardi perlahan
sampai kata-kata yang keluar
dari mulutmu menggigil dan
menjadi hujan yang semakin
lebat dan kamu mencari
di bait mana terdapat kata
yang harus kau baca untuk
membuat hujan itu berhenti.
Bacalah Toto dan bayangkan
sebuah peluru membuat lubang
di dadamu, dan kau
berlatihlah mengucapkan
pada diri sendiri,
“kita sedang perang”.
Bacalah Sutardji dan
bentuk pasukan pembebasan
dan kau komandannya!
Kata-kata terlalu berharga,
selalu ada penguasa lalim yang
hendak menjinakkan,
melumpuhkannya, menundukkannya,
menaklukkannya, menjadikannya
budak yang tak berdaya.
Bacalah Goenawan dan pecahkan
semua poci yang menampung
kata dan ilusi dan perhatikan
bagaimana poci-poci itu
mengutuhkan tubuhnya kembali.
Bacalah Ramadhan dan pergilah
ke hutan-hutan Priangan,
bergabung dengan para petani
di ladang sayuran, ikut
menanam benih matahari dan
merawat cemas gagal panen.
Bacalah Subagio dan temukan
sudah ada kematian dalam
dirimu, yang mengingatkanmu
bahwa hidupmu pantas dihargai.
Bacalah Afrizal dan ikuti dia kemana-mana
membawa ruang tamu dan bertanya
pada setiap orang yang tersesat
ke dalam sajaknya, “rumahku di mana?”
Bacalah Thukul dan bayangkan
kau sedang menulis sajak terakhir
dan seregu tentara mengepung
gubuk persembunyiannmu.
Bacalah bungkus mi instan,
perhatikan bagaimana dijelaskan
cara penyajiannya.
Bacalah kalimat dalam kutipan
akta kelahiranmu.
Bacalah petunjuk cara menanam pada
kemasan benih sayur, bacalah
cerita nabi dan kitab suci agamamu
dan kitab suci yang bukan agamamu.
Bacalah iklan baris pada
koran yang suka menulis
berita dengan judul panjang.
Bacalah tips memilih pasangan
berdasarkan makanan kesukaan.
Bacalah majalah lama yang berhenti
terbit sebelum kau lahir.
Bacalah kata-kata pada baliho
reklame kosong atau yang
mengiklankan diri mereka sendiri.
Bacalah teks bergerak di sisi
bawah layar televisi dan ganti
setiap kata dengan antonimnya.
Bacalah bagaimana kepandiran
dipertontonkan, kebohongan
dirayakan, dan kebencian
disebarkan di media sosial.
Bacalah surat cinta untuk
teman sekelasmu dulu yang
tak pernah kau kirimkan dan
pikirkan beberapa nama lain yang
menjadi pengirim dan penerimanya.
Bacalah nama-nama kompetisi
pada piagam yang menuliskan
namamu sebagai juara sebelum kau
merobek dan menyampahkannya.
Bacalah sajakmu yang kau
tulis dalam bahasamu,
lalu terjemahkan ke dalam
bahasa lain di Google Translate,
lalu ke bahasa lain lagi,
lalu ke bahasa lain lagi,
lalu kembali ke bahasamu.
Bacalah sajakmu sebagai
sajak seseorang yang menulis
sajak untukmu dan kau tidak
suka dengannya dan tak mengerti
kenapa dia menulis sajak untukmu.
Terima kasih karena telah membaca
sajak ini sampai di baris akhir ini
meskipun aku tak memasukkan sajak ini
sebagai bagian dari hal-hal yang harus
kau baca jika kau ingin atau
tak ingin menjadi penyair.
 
 
#kelaspuisi #kelaskreatif #menulispuisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s