Pagebluk, 2

HUJAN sudah berhenti ketika kamu meneruskan tangisanmu dan menghayati apa yang masih mengalir di parit-parit perumahan yang padat hingga jalan ke kampus tua itu sebagai air matamu. Kenapa kamu bahagia menangisi ketakmampuanmu menahan dan meyakinkan kami dengan sedu sepedih ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s