Haiku adalah Kesaksian Saat Ini dan di Sini

Blue Guitar Fourth of July Instagram Post

 

retak tabung air:
aku baring terjaga
malam dingin ini.

– haiku Matsuo Basho.

DARI puisi bernama haiku kita belajar bahwa menulis adalah mencatatkan kesaksian. Karena itu, seorang penulis, apalagi penulis puisi, harus tahu benar bahwa ada proses yang harus ia lewati untuk sampai pada kesaksian itu.

Pertama, mengalami, artinya ada peristiwa yang datang atau yang diterima sebagai pengalaman.

Kedua, menyadari, artinya, peristiwa itu diterima dengan kesadaran, sepenuh-penuhnya. Yang tak melewati itu hanya akan berlalu tanpa jejak dalam pikiran dan terutama perasaan.

Ketiga, menghayati, artinya kita merenungkan, apa arti peristiwa itu bagi kita sebagai pribadi, kita sebagai bagian dari alam semesta, dan terutama kita sebagai manusia.

Haiku tradisional menggambarkan momen kesaksian, kesadaran, penghayatan itu dengan kata-kata ringkas, padat, yang membangkitkan rangsang inderawi.

Haiku itu, “Sederhana saja, apa yang terjadi di sini, saat ini,” kata Basho, dalam sebuah kutipan yang terkenal.

Sebuah kesaksian instan? Sebuah kesadaran spontan? Tanpa penghayatan dan permenungan? Di situlah tantangannya. Di situlah tuntutannya. Bila kita benar-benar ingin menjadi penulis puisi, hayatilah hidup, jalanilah hidup dengan sadar, sehingga setiap peritiwa yang datang pada kita, mampu kita maknai, seketika itu juga.

Dari haiku, dari maestronya Matsuo Basho, kita belajar hal itu. – h.a

 

#jejakhaiku #kelaskreatif #kelaspuisi #menuliskreatif #menulispuisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s