Bahasa Menunjukkan Siapa (dan Membuka Kedok) Kita

oleh Hasan Aspahani

1. Bahasa menunjukkan bangsa, kata peribahasa lama. Bahasa kita menunjukkan pribadi kita: sembrono, gegabah, serampangan, sembarangan, ataukah sebaliknya tertib, runtut, selaras, dan bersesuaian.

2. Bahasa, cara kita bicara, seperti pakaian kita. Pakailah pakaian yang pantas untuk kita dan pas dengan situasi di mana kita sedang berada. Jangan salah kostum, jangan salah etika bicara.

3. Kita berpikir dengan bahasa. Kita menyusun logika dengan bahasa. Bahasa yang acakadut memperlihatkan begitulah isi pikiran kita. Bahasa yang amburadul menunjukkan kekacauan logika kita.

4. Bicaralah, menulislah, berbahasalah, dengan kata-kata yang benar-benar kita kuasai. Dan itu cukup. Jangan sok pintar omong dengan kata-kata canggih yang tak kita pahami benar apa maknanya. Buat apa? Supaya terlihat pintar? Malah jadi terlihat pandir.

5. Jika terpaksa benar, pakailah kata yang terasa sulit, langka, jarang, misalnya ketika kita benar-benar perlu memakai kata itu karena tak ada kata lain yang bisa mewakili gagasan kita. Biasanya ini untuk kepentingan tulisan.

6. Bahasa harus dikembangkan ke arah sebuah sistem yang ideal, aturan yang baku. Tapi percayalah tak ada seorang pemakaian bahasa pun yang bisa menjadi pemakai bahasa yang sempurna.

7. Kita semua menguasai dan mengembangkan sendiri lingkungan bahasa personal kita, sesuai kebutuhan komunikasi, ekspresi, dan identitas kita atau kelompok sosial kita.

#kelaskreatif #kelaspuisi #menuliskreatif #klinikpuisi

CP 0819 0260 1010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s