Petarung Dungu

MEMASUKI ruang tunggu bandara
seperti melangkah ke gelanggang tinju
ronde yang tak akan kumenangkan

dia, lawanku itu, adalah mitra latih
yang tahu benar bagaimana harus
mengalahkanku, dengan mutlak

aku memang sudah terlalu lelah
untuk perjalanan meninggalkan diri
sendiri, tapi bagaimana harus
mengelak dari pertarungan kekal ini?

apalagi, aku tahu, di kursi penonton
ada engkau, menyaksikan setiap
pukulan, dan sakit hati yang kuderita

kau memasang taruhan besar untuk
kemenanganku atas sepi yang semakin
perkasa ini, seperti janjimu sebelum
melepas aku menjadi petarung dungu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s