Untuk Sejumlah Hal dari Masa Lalu

                                      : ns

UNTUK beberapa hal
dari masa lalu
yang aku tahu
akan membuat kita
saling menertawakan,
aku menemuimu
di beranda kafe itu.

Kalibata memiliki malam
yang sama saja
dengan bagian-bagian lain
di daerah khusus ibukota Jakarta ini,
tubuh kota kapital
dengan orang-orang yang
tiap saat menghitung modal
untuk bertahan
dan melawan: menanggung
deru dan dera,
mengunyah dan
dikunyah
masa.

Kalibata adalah tanda merah
pada Waze,
persimpangan ruwet
yang tak teratasi oleh aplikasi,
palang perlintasan kereta
yang terburu-buru menutup lagi.

Belum dan sebelum sempat
kita lewatkan sebuah mimpi yang lain.

“Kapan terakhir kali MCU?”
tanyaku, padamu, lalu aku bercerita
tentang kadar gula pada darah
yang tak pernah rendah
dan kenapa aku tak suka
beras merah.

Bahan ini, tak akan
kita bincangkan jika kita bertemu
di awal-awal tahun 2000-an.
Tahun ketika kita masih
mengandalkan koneksi internet di warnet
untuk mengecek puisi-puisi
(dan perasaan-perasaan lain)
yang kau tapis atau kau tepis
untuk sebuah jalan yang lain
dari situs Cybersastra.

Aku memesan jus kiwi,
sebagai percobaan atas hijau yang merencam
dan ampas yang rampus.

Kau memesan kopi
melengkapi sekepal Dji Sam Soe
untuk tubuhmu yang batuk
mengabaikan tiga jenis obat
dalam plastik biru itu
sejak memulai rapat
mengevaluasi soal-soal kenaikan jabatan
yang kau buat sendiri.

Setelah kita tertawa
sejumlah pertanyaan
di Kalibata tetap tinggal
sebagai pertanyaan
seperti pada masa lalu kita itu.

Untuk beberapa hal
dari masa lalu
yang aku tahu
akan membuat kita
saling bertanya,
aku menemuimu
di beranda kafe itu.

Baca juga
Pemain Biola
Pemain Biola

Di bawah jalan layang, kau memainkan lagu-lagu entah tentang apa, dan hujan mencampuri permainanmu, memainkan kebarangkalianku.

Ketika Kamu Tertidur
Ketika Kamu Tertidur

TAHUKAH kamu bagaimana suara napasmu terdengar olehku ketika kamu lelah dan lelap tertidur? Kuberi tahu: itu seperti desiran angin dari Baca

Komentar Seorang Teman Setelah Membaca Puisiku
Komentar Seorang Teman Setelah Membaca Puisiku

KAU perancang busana. Puisimu kau ciptakan untuk para model bertubuh sempurna. Aku tak akan pernah memakai puisimu seperti para model Baca

Lagu Trubadur – Edward Hirsch
  • Save

Lagu Trubadur Edward Hirsch Terbangun di pagi musim dingin      menjelang aroma laut dan berlagu tak tentu tuju,      betapa Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap