Kami Menziarahimu di Mana-mana

– Obituari Wiji Thukul

KAMI menziarahimu di mana-mana
karena mereka menghilangkan mayatmu
maka kami temukan kamu di mana saja

Kami menziarahimu di luar pagar istana
yang penghuninya lupa siapa yang dulu mengantarkan
mereka sampai ke sana

Kami menziarahimu di markas penyiksaan
yang tak bisa menyembunyikan darah dari luka
di tubuhmu yang dulu memercik di sana

Kami menziarahimu di gedung parlemen
tempat wakil rakyat tertawa dan tak kenyang juga memakan
keratan-keratan tubuhmu yang tak mati-mati

Kami menziarahimu dalam karung lusuh
pemulung yang mengumpulkan ceceran beras impor
di dermaga bongkar-muat pelabuhan

Kami menziarahimu dalam kata-kata peringatan
yang dulu nyaring kau teriakkan dalam sajak-sajakmu
yang kau tulis dengan tangan yang tak bisa mereka patahkan

Kami menziarahimu dalam ketakutan kami
karena tak mampu melunasi janji reformasi
apa yang kita bayar sangat mahal dengan uang muka nyawamu

Kami menziarahimu dalam diri kami sendiri
yang tercekik suara kami sendiri, yang ikhlas kami beri,
tapi mereka merampas lebih dari apa yang kami punyai

Kami menziarahimu dalam sajak ini, obituari ini
dan maafkanlah kami, karena ini tak pernah cukup untuk
menampung sesal dan kesal, dan rasa bersalah kami

Kami menziarahimu di mana-mana
karena kuburmu tak pernah ada, maka
kuburmu ada di mana-mana!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s