Pantun Angin Liar

tombak besar gagang pun panjang
kuat serat tali pengikat
ombak liar angin pun jalang
kami teringat Pulau Penyengat

bila tiada mawar yang merah
sekuntum kemboja saya petikkan
bila rintih rindu semakin parah
pantun cinta pun saya tuliskan

walau ditebas rumpun keladi
akar umbi tak kan tercabut
siapa penyebab rindu menjadi
dalam pantun tak kan tersebut

ombak itu ombak yang dulu
menghempas di bentang waktu
hendak itu hendak yang dulu
merampas seluruh hilang hariku

sumur ladang tak kita gali lagi
kering menumpang kemarau itu
bertemu lagi kita berpisah lagi
terlepas dari tali-tali waktu

saya membelitkan tangkai mawar
seakan darah di mata parang
rindu itu hati sakit atau lapar
engkau tabib atau juru hidang

 

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Pantun Angin Liar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s