(siapa yang mau memberi judul pada sajak ini?)

IA memunguti piring-piring kotor itu,
gelas-gelas, dan botol-botol minuman,
tadi ramai sekali suara percakapan,
gema tawa dan lelucon-lelucon yang
tidak lagi lucu, hal-hal ia telah dengar
berulang kali, dalam siklus lima tahunan.

Ia tak lagi ingin, dengan jelas mendengar
suaranya sendiri, semakin malas ia
menyebutkan kata-kata yang dulu ia
bayangkan akan membawanya ke berbagai
festival dari Sabang hingga Rajaampat,
yang sekarang hingga nanti yang tak sempat.

Tapi ia tahu benar apa yang harus
ia lakukan: isi setiap gelas kosong,
tambahkan lauk pada meja hidangan,
tersenyum dan mengangguk pada mereka
yang sedang menyelenggarakan perayaan
kemenangan itu. Semuanya telah diselesaikan
di jamuan makan besar itu, dan dia merasa
semakin lapar…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s