Our Pain, Peter Pan!

/1/

SEPANJANG jalan
ke Neverland
kita saling kehilangan.

Kau tak tahu lagi, janji apa yang harus kau penuhi.
Aku tak bisa lagi meneduhkan diri. Siulan yang mati.

“Adakah yang ingin kau bisikkan tadi?” kata sepi.

/2/

Teruskan saja, Peter, nyanyikan seluruh lagu pedih,
sampai rintih, tinggal lirih. Luka itu tak kan pernah pulih.
Petualang makin letih,
pengembaraan kian kehilangan dalih.

Ada seorang pemburu, pulang mengambil peluru.
Di tangannya senapan dan peta tinggal sebuncu.

Ada seorang nelayan mengelak: perahu bertolak.
Laut tak lagi jinak, ikan tak pernah lagi banyak.

/3/

Meneruskan jalan
ke Neverland,
kita saling kehilangan.

Kau semakin meyakini, ini perjalanan yang sia-sia.
Itulah sebabnya, maka aku tak pernah berhenti bertanya.

2005
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s