Sajak dengan Beberapa Bait yang Satu Sama Lain Tidak Ada Hubungannya

SEBAGAI ikan, aku tak harus bernaung dari hujan, merenangi kesepian, selamanya, tuli dari bising suara kalian.

INI bukan bulir embun, tapi airmata mataku yang rabun. Kabut kesedihan, betapa betah bertahan. Menunda, mempermalukan hujan.

SEPERTI kuliah pertama ilmu pembentukan permukaan bumi, kesedihan adalah hujan ratusan bulan, menggerus kesendirian, mengurat parit, kepahitan.

DI tepian kesepian, ada perahu kuminta menunggu, kukira tak akan cukup untuk kita berdua, atau kau mau kita karam saja di kanal itu?

KALAU kusentuh genangan kesepianmu, apakah lingkar riaknya akan sampai ke seberang, ke tepian kesendirianku?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s