Sepi yang Tak Mengenalmu dan Tak Kau Kenal Itu

DI sebuah kafe
yang tak usah kusebut namanya
ketika aku mencari sepi yang terkenal itu
kudengar ada orang yang asing
asyik menyanyi dengan getar gitar
seolah di sana
tak ada siapa-siapa

Tapi, tentu saja ada aku

Aku yang gagal
menemukan sepi yang terkenal itu
sebab dia menyanyi lagu yang bagus
dengan gaya yang membuat aku seakan dimaki-maki,
“….mampus kau dikoyak-koyak imajinasi!”

Ia menatap pada ruang kosong
kata-katanya menari dan mengambang
antara terang lampu dan remang masa lalu
dan aku terbawa ke gelanggang
sama sekali sudah lupa pada sepi yang terkenal itu

Aku tak tahu itu lagu siapa
Mungkin sebuah puisi yang ia tulis sendiri
sekilas mirip Sapardi tapi tentu saja bukan,
bukan Sapardi

Sebab liriknya
seakan diambil dari dalam diriku
seakan dicuri dari dokumen di laptopku
seakan dipungut dari puisi di blogku
seakan dia membuka rahasiaku dan membunuhku perlahan
seakan dia sudah tahu bahwa aku malam itu
akan datang ke situ, ke kafe itu

“…selamat malam, Pencari Sepi.
Sepi yang terkenal itu, sepi yang
tak mengenalmu dan tak kau kenali itu,”
katanya setelah jeda sejenak dari berhenti menyanyi,
dan aku tak berani mengatakan bahwa
ia mengatakan itu untukku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s