Janji Jiwa dan Kenangan Mantan

HAMPIR malam di kafe,
ketika pesananku tiba,
secangkir kopi lagi, bukan, bukan latte
ini spesialti arabika.

Tadi, kudengar, dia barista
memanggil nama yang ia tuliskan pada cangkir
nama yang kudustakan padanya
sebagai orang lain, aku mengarah ke bar

Kopi, sekali lagi, kopi
dan waktu yang kusesap perlahan
nyaris tak lagi berarti
sesia-sia janji jiwa, dan kenangan mantan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s