Ruang Sidang Ratna

DI kursi itu
kau duduk lagi, Ratna,
melayani pertanyaan
para pendakwa dalam
babak-babak panjang sidang
dan ini bukan drama.

Kau mungkin
bertanya kenapa
pertanyaan itu kini
berbeda?

Dulu, kau seakan
punya semua jawaban,
bahkan kau adalah jawaban
untuk pertanyaan
pada zaman ketika
untuk bertanya pun
menuntut keberanian.

Tapi, kini kau hanya terdakwa
dan semua harus kaujawab
dan kau menyerah ketika
mencari celah untuk
berdusta.

Dan kau pun
sendiri di sana.

Kau mungkin benar, Ratna,
bahwa bedah wajah itu
sejenis penganiayaan juga,
dan untuk itu
diperlukan
seperangkat dusta,
dan sebuah pernyataan
yang gagal menzalimkan
sebuah rezim.

Kau memang lekas
menyesalinya
tapi drama itu
ternyata
tak lagi bisa kauhentikan
dengan sebuah pengakuan
dan cuci tangan kawan
yang ramai-ramai
meninggalkan.

Dan kau pun
sendiri di sana.

Hatimu, Ratna,
dengan segala bukti
yang meringankan dan
yang memberatkan,
sudahkah menjatuhkan
hukuman untuk
kesalahanmu itu?

Di kursi itu,
kau duduk lagi di situ,
mencoba mengerti
pertanyaanmu sendiri,
pertanyaan yang
harus kau jawab sendiri,
yang tak lagi kau tahu
hendak mengajukannya
kepada siapa.

Iklan

Satu pemikiran pada “Ruang Sidang Ratna

Tinggalkan Balasan ke khairunnajih Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s