Kenapa Tak Pernah Selesai Aku Merumuskan Cintaku Padamu?

                                                             : Dhiana

CINTA adalah jaket hujanmu yang kusimpan lagi di ransel perjalananku. Aku tak tega bila apa yang dimendungkan langit itu kelak membasahinya.

CINTA adalah kita menangis bersama: kau terbebas dari sakit, aku yang tak bisa mengambil sakit dari sakitmu itu, dan anak kita yang baru mendunia.

CINTA adalah jarum gaibku, pada jam gaibmu, yang tak tampak bergerak, tapi ia berdetak ke segala arah, memenuhi waktu kita.

CINTA adalah sajak yang kutulis di lembar kertas-kertas kecil, bait-bait belajarku dan yang mengajari aku mencintaimu.


Catatan:
Sajak ini saya tulis 2011. Saya pos ulang dari apa yang dulu saya pajang di SEJUTA PUISI.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s