Bagaimana Cara Menghitung Ciuman?

: Mario F Lawi

1.
MALAM hidup di halaman malam,
seorang lelaki membakar udara,
gurih dan harum, membikin kata-kata
lapar, dan kalimat perih, keluar sangkar,
gugur daun-daun durian, jerami
yang mungkin dari seberang, ladang
pusaka tinggi, setelah panen raya,
padi dibagi. Bagi beberapa pagi.

2.
Malam terbakar, dan hidup menyala,
udara menampung cahaya, memadat
menjadi kata-kata, memagma makna,
seorang lelaki menghambur mantra:
seratus ciuman, seratus yang lain,
seribu ciuman, lalu seribu lagi…
Tapi bagaimana menghitung ciuman?
Dengan bahasa Latina atau Italia?

3.
Malam habis, dan tersisalah sumbu,
sedikit nyala, dan mungkin jelaga,
dari pembakaran yang tak sempurna.
Aku mendengar lelaki itu bernyanyi,
mengikuti apa yang dia dengar,
mungkin Coldplay. Kami memang sedang
mempermainkan dingin di kursi-kursi
bandara. Kami menunggu, ruang tunggu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s