Beberapa Soal Ujian Nasional Mata Pelajaran Kesetiaan yang Diam-diam Kuikuti tanpa Sepengetahuan Engkau

: Sapardi Djoko Damono

1. JIKA harus memilih cara lain untuk mencintai kekasihmu dengan sederhana, manakah yang akan engkau pilih?

a. Dengan sapaan yang tak jadi diucapkan kasir Indomaret kepada pelanggan yang hanya ingin mengecek saldo tabungannnya di ATM BCA.

b. Dengan kalimat yang ditahan penjaga toilet di pasar tradisional untuk seorang waria yang bayar Rp.2.000 setelah berak dan mandi lama sekali di toilet pria.

c. Dengan kalimat indah yang tak bisa kuingat yang kuucapkan kepadamu di dalam mimpiku semalam dan kamu tersenyum manis sekali setelah mendengar kalimat itu.

d. Dengan nama kekasih yang dituliskan oleh seorang barista pada gelas kopi agar ada alasan ia memanggil nama itu meskipun kekasihnya tak ada di sana dan tentu tak memesan apa-apa.

2. Apakah ada alasan lain bagimu untuk senantiasa mendoakan kekasihmu selain karena engkau mencintainya meskipun ia bukan lagi kekasihmu?

a. Aku mendoakan dia karena dia adalah kelelawar yang berkembang biak dan hatiku adalah gua yang menikmati siksa dari jerit menjelang senja dan gema-gema yang mempertebal rasa sakit itu.

b. Aku mendoakan dia sebagai pohon nyiur di pantai yang condong tapi tak tumbang dan dia adalah ombak yang tak berhenti menghantam dan yang dulu mendamparkanku di pantai itu.

c. Aku mendoakan dia seperti penjual kue putu yang membunyikan piul kecil di sepanjang gang dan berharap dia mendengar dan membayangkan harum pandan dan manis gula jawa yang dulu sering kami nikmati bersama.

d. Aku mendoakan dia seperti rasa syukur ketika menerima gaji pertama dan cinta adalah apa yang kusisihkan untuk anak-anak panti asuhan, mereka yang mengajarkan padaku bagaimana cara menemukan banyak hal dari sebuah kehilangan.

3. Apa yang engkau pesan apabila engkau bertemu lagi dengannya di restoran di mana engkau dan dia dulu bisa menerima sebuah perpisahan dengan alasan yang tak bisa diterima?

a. Aku akan memesan gelas kosong dan sekantong teh Sariwangi. Karena aku yakin bahwa aku akan menangis dan mungkin dia juga akan menangis meniru tangisanku.

b. Aku akan memesan tempat duduk di dekat jendela kaca, dan berharap hujan turun selebat-lebatnya, agar dia terlambat datang dan aku punya waktu lebih banyak untuk membenahi perasaanku sendiri.

c. Aku memesan televisi yang dipasang pada kanal berita yang menyiarkan langsung kabar para pengungsi agar dia tahu begitulah keadaanku setelah bencana perpisahan yang dia timbulkan dulu.

d. Aku memesan apa saja yang dia pesan. Mungkin ia sudah tahu apa arti ilalang, bunga rumput, batu di tengah sungai, rasa lapar, dan rasa sakit, dan akan memesannya untuk merayakan pertemuan yang entah itu.

4. Apakah ada lagi yang masih mengalir, menggenang, meriak, yang ingin kau beri nama, yang membuat hidupmu indah, dan karena itu kau ingin menangis sepuas-puasnya?

a. Tentu saja ada. Yaitu kenangan yang panjang, rindu namanya. Yaitu rindu yang parah, doa namanya. Yaitu doa yang dirahasiakan, cinta namanya.

b. Tentu saja ada. Yaitu kehilangan yang fardu, dosa namanya. Yaitu dosa yang menunggu, surga namanya. Yaitu surga yang terbawa, cinta namanya.

c. Tentu saja ada. Yaitu masa kanak yang mentah, bahagia namanya. Yaitu bahagia yang rawan, ingin namanya. Yaitu ingin yang melepaskan, cinta namanya.

d. Tentu saja ada. Yaitu sepatu yang dilepaskan, letih namanya. Yaitu letih yang diteduhkan, rumah namanya. Yaitu rumah yang menunggu, cinta namaya.

5. Apa yang akan engkau katakan, jikalau Si Tuan itu mengetuk lagi pintumu pada suatu subuh dan kau tak menyangka bahwa Dia akan kembali kepadamu?

a. Saya akan menjawab: Tuan mencari Tuhan, bukan? Maaf, kami sedang sibuk berkemas untuk sebuah berpajalanan yang tak lagi membuat aku harus memastikan apakah aku sedang berada di dalam atau di luar.

b. Saya akan menjawab: Masuk saja, Tuan. Pintuku tak pernah kukunci. Dan aku selalu ada di dalam dirimu. Jadi buat apa aku harus mempersilakan Engkau lagi?

c. Saya akan menjawab: Tuan Tuhan, bukan? Kebetulan, saya hendak keluar. Tolong Tuan jaga rumahku. Jangan kemana-mana sampai saya kembali nanti, ya…

d. Saya akan menjawab: Tuan Tuhan, bukan? Sudah lama saya menunggu. Tapi, Tuan Tuhan, bukan? Kebetulan sudah lama saya ingin bertanya pada-Mu, siapa saya sesungguhnya…

Iklan

Satu pemikiran pada “Beberapa Soal Ujian Nasional Mata Pelajaran Kesetiaan yang Diam-diam Kuikuti tanpa Sepengetahuan Engkau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s