Sebelum Bendahara Memanggil Dia Kembali

: Laksamana Hang Tuah

SEBERAPA tuakah usia sebuah fitnah?

Dia telusuri pesisir yang tenang,
pantai yang hilang, yang disembunyikan
dan menyembunyikan dia dari mata dan tangan Istana.

Seorang nelayan berdiri di lunas perahu
dan menyerukan namanya yang lain, sebelum
sampai ke dermaga kampung,
seekor hiu menggelepar di ujung tempuling.

Sekelompok anak memahirkan diri
dengan silat yang dia ajarkan,
menguji pukulan pada gelombang,
menangkaskan tangkisan.

Angin yang hangat dan basah,
membawa juga sedikit bau barah

Seorang pandai besi, menyelesaikan keris
yang tak ia mengerti, kenapa begitu elok luk dan lekuk itu,
ia takut, lalu dibuangnya ke laut.

Seorang perempuan, memanggilnya, mengingatkan
waktu yang senja, memastikan air sembahyang tersedia.

Nasi gubal dan gulai sudah dihangatkan.

Seberapa lamakah seseorang bisa mengelak dari sebuah fitnah?

Ia menunggu di sebuah teluk yang dikawal oleh orang laut
sampai utusan Bendahara datang menjemput.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s