Berjalan di Tanahabang

HIDUP di situ seperti seseorang
yang menghadang di ujung gang
menunggu dan menantang
jawaban kita
untuk sebuah duel yang tanggung

kita toh tak bisa kalah
tapi juga tak pernah menang
tak bisa menghindar
dari peluh dan peluru
dari keluh dan gerutu

*

Atau, seperti catatan Si Djon
yang terpesona pada pastel pelukis Jepang,
juga caranya menangkap, dan memindahkan
zaman yang panas, ke kertas,
dan berpikir bagaimana caranya
menjaga agar lembar itu tak terbakar

demi ingatan yang selalu ragu

*

Atau juga, hidup itu seperti lirik awal
lagu-lagu melayu, bunyi orkes dari kurun lain
yang masih jauh dari kata beres.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s