Berjalan di Tanahabang

HIDUP di situ seperti seseorang
yang menghadang di ujung gang
menunggu dan menantang
jawaban kita
untuk sebuah duel yang tanggung

kita toh tak bisa kalah
tapi juga tak pernah menang
tak bisa menghindar
dari peluh dan peluru
dari keluh dan gerutu

*

Atau, seperti catatan Si Djon
yang terpesona pada pastel pelukis Jepang,
juga caranya menangkap, dan memindahkan
zaman yang panas, ke kertas,
dan berpikir bagaimana caranya
menjaga agar lembar itu tak terbakar

demi ingatan yang selalu ragu

*

Atau juga, hidup itu seperti lirik awal
lagu-lagu melayu, bunyi orkes dari kurun lain
yang masih jauh dari kata beres.

Baca juga
Halo, Michael!
  • Save

"HALO, Michael!" Ia terbaring sendiri,sepenuhnya dimilikioleh kesepian itu,ranjang pasien putih,baju pasien putih,di paviliun yangdiberi nama keluarganya,yang sejak lama ingin iaputihkan, Baca

Dia Mendengar Kalimat Itu di Mana-mana
  • Save

DIA mendengarkalimat itu di mana-manadi ruang kerja ayahnya,di tengah pertengkaran keluarga,di meja restorandari mulut seseorangyang baru sajamemerintahkanpembunuhan,juga dalam perundingandi Vatikan. Baca

Mampus Kau Dikoyak-koyak Improvisasi
  • Save

PENGEN ketemu Minguseh ketemu Hutagalung,sama-sama Charles, sih,tapi bu bu bu bukanBukowsky. Potret diri dalam tiga warnadidengerin pagi-pagikayak rekuim bagihidup yang Baca

Halo, Kay!
  • Save

FOTO-FOTO duludi dinding itu,membuat dia bertanyapada masa lalunya,yang tak ada lagidi dalam dirinya,"apakah aku pernahberbahagiabersamanya?" Dia ketakutan sejakmemasuki ruang kerja Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap