Melawan Luka

KAU pergi
setelah vonis pengadilan itu
aku kini tahu hukum adalah soal kekuasaan
bukan perkara kebenaran

Maka kau pergi
Dan aku akan melanjutkan
tangisanmu yang
belum selesai
merawat luka kita dengan melawan
luka yang kau tinggalkan
yang tak akan tersembuhkan

Dermaga itu seperti
halaman akhir roman
seorang pengarang
yang dibuang jauh, diasingkan
tanpa pengadilan
karena itu dia tahu hukum adalah soal kekuasaan
bukan perkara kebenaran

Aku catat itu, dan yang lain
apa yang tadi sempat kau bisikkan
: Kita sudah melawan, Sayang
secermat-cermatnya
seperih-perihnya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s