Lalu Terkupaslah

: afw

KARENA lebat kata-kata di pohon cerita kita
sebaiknya kita menunggu yang jatuh matang
dipetikkan oleh waktu, tangan yang arif itu.

Karena lezat kata-kata di meja hidangan kita
sebaiknya kita keluarkan pisau yang matanya
memejam tajam, memandang kita dengan takzim

Lalu terkupaslah aku, lalu terkupaslah engkau
Lalu mengertilah aku, lalu mengertilah engkau

Dan tangan waktu menyalami aku dan engkau.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s