Antara Sukma Berlagu dan Suara Bersaksi

klinikpuisi
  • Save
PUISI bergerak antara dua hal: sukma berlagu dan suara bersaksi. Sukma berlagu, atau jiwa bernyanyi, melahirkan nyanyi sunyi, semacam lirisme yang memperhadapkan pembaca dengan wajah dan dirinya sendiri. Puisi dengan nyanyi sunyi mengajak pembaca meninjau ke dalam dirinya sendiri.

Suara bersaksi membawa pembaca ke situasi orang ramai, di mana puisi adalah suara yang menyeru dan menderu, membangunkan ketidaksadaran, membangkitkan, mengajak bersaksi atas ketidakberesan, ketidakadilan, dan ketidakseimbangan.

Keduanya mempunyai kadar manfaat (utile) dan kemolekan (dolce) masing-masing.

Puisi dengan suara bersaksi kadang tergoda untuk mengabaikan kemolekan bahasa karena sibuk pada kesaksian yang hendak dihadirkan. Puisi dengan sukma berlagu kadang asyik menyolek diri sehingga kecantikannya terasa dibuat-buat.

Sajak yang demikian kehilangan kewajaran, keluar dari wilayah perbatasan, wilayah ambang dan kemudian juga membuatnya kehilangan kandungan magnet, daya pikatnya.

Menyair adalah menarik garis, membuat sebuah lingkaran, labirin yang sesungguhnya adalah sebuah kurva terbuka yang pelik dan dengan berhati-hati meletakkan puisi di sana.

Baca juga
Dia Mendengar Kalimat Itu di Mana-mana
  • Save

DIA mendengarkalimat itu di mana-manadi ruang kerja ayahnya,di tengah pertengkaran keluarga,di meja restorandari mulut seseorangyang baru sajamemerintahkanpembunuhan,juga dalam perundingandi Vatikan. Baca

Klaketik Klak, Klaketik Klak
  • Save

DI Chicagoatau Pasarminggu,(terserah, dah!)main aja di mari,kalau mau belimangga, pisang,atau jambu,bebuahanlezat bergizibikin lidah pribuminandak lincah menari! Agar jadi anak sehatyang Baca

Halo, Kay!
  • Save

FOTO-FOTO duludi dinding itu,membuat dia bertanyapada masa lalunya,yang tak ada lagidi dalam dirinya,"apakah aku pernahberbahagiabersamanya?" Dia ketakutan sejakmemasuki ruang kerja Baca

Di Hadapan Jenazah Santino
  • Save

KETIKA dia terbaringdengan punggung hancurkarena hujan peluru,pada malam itu, merekamembantai Santino. "Lihat, bagaimanamereka membunuh anakku,"katanya kepada Bonasera. Si perias jenazah Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap