Impromptu, 3

KHATIB idulfitri di masjid tadi berkhutbah tentang malaikat, dan manusia yang dimalaikatkan dengan puasa. Takbir itulah yang sejak subuh mengembalikan manusia kepada manusia. Manusia yang setelah subuh makan ketupat berbungkus plastik yang ia beli di sebuah supermarket Korea. Ketupat yang ia santap dengan tiga lauk: gulai, opor, dan bumbu pedas.  Ia menikmati lagi santan, kunyit, bunga lawang, ketumbar, cabai, cengkih, dan kayu manis.  Rasa yang berakar di pangkal lidahnya, tambatan bagi tali yang dilempar kelasi asing, kapal asing, yang datang dari negeri dengan jarak pelayaran berbulan-bulan.  Kapal itu tenggelam dalam sebuah perang yang sekarang dituliskan dalam naskah yang tak pernah lengkap. Ada kelasi yang tak pernah lagi pulang. Lidahnya tercerabut tumbuh akar yang lain di sana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s