Sesal yang Datang dan Tak Terbendung

: Ari Malibu (1960 – 2018)

ADAKAH yang harus
kita kesalkan lagi,
jika kita
telah memutuskan
pergi dari segala hal
yang kita tahu
dan telah kita
coba pahami?

Bintang yang hening,
langit yang bening
dan sunyi
bergemerincing,
amat nyaring

Adakah yang harus
kita ucapkan lagi
untuk itu,
cinta,
yang kata,
dan yang cerita,
memadat
dalam ruang sukma,
yang cermat
dan rapat
mengemas suara?

Hati yang murung,
sesal tak terbendung
dan waktu itu
akan datang
mengulang gaung
bunyi yang hidup
yang pernah
kita nyanyikan karena
jiwa yang ingin
melepas
raung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s