Beberapa Sajak tentang Palestina dan Sebutir Ayat yang Belum Menetas

Palestina, 1

TANPA nabi, ayat-ayat mati,
di panggung kami, Kau, Tuhan,
kini adalah aktor pantomime

Di Palestina, lelaki Gaza
melepas kuffiyah dari leher
kafan bagi anak lelakinya
yang ditembus serpih mortir

Tuhan, bagaimana kami memahami-Mu
lewat pesawat tempur tentara Israel?

Bila harus Kau utus seorang Nabi lagi,
kami minta jangan ia datang dengan
sebaris laknat dan sejumlah janji.

 

Palestina, 2

APA yang diajarkan pada mereka
anak-anak murid di sekolah Jabalia,
ketika pasukan tempur Israel
menggerimiskan bom di sana?

Mungkin mereka sedang menghafal doa
agar terbentang payung di langit Gaza.

Palestina, 3

: untuk PM Israel Ehud Olmert

APA yang Tuan bayangkan sebagai neraka?

Jalan-jalan di Kota Gaza terbelah jejak tank
bermantel tebal baja, sehabis menembak mati dua
lelaki Palestina di truk syarikat bangsa-bangsa

Gandum di truk itu sampai juga ke sisa kota,
sudut yang belum kau kirimkan api ke sana.
Mereka tak tahu darah siapa yang menembus
lalu beku menggumpal di serbuk sereal putih itu.

Tuan, apa yang Tuan bayangkan sebagai neraka?

 

Palestina, 4

: untuk seorang petani di utara Gaza

DI utara Gaza, kami hanya petani biasa
menanam stroberi untuk Eropa, tomat ceri
bagi Turki, kembang krisan untuk Yordan.

Kami tak betah pada Fatah, kami cemas Hamas.

Kami para petani biasa, di Utara Tanah Gaza.
Stroberi kami paling manis se-Palestina!

Dulu, kebun jeruk kami punya. Manis sarinya,
kuning emas kulitnya. Dulu, sebelum datang
buldozer Israel menumbangkan segalanya.

Lalu, kami hanya boleh menanam apa saja
asal jangan menyaingi petani-petani Yahudi.

Maka kami tanam stoberi termanis se-Palestina,
tapi tak kan pernah kami rasakan lagi manisnya.

Dua helikopter Apache Israel melanggar batas
yang mereka gariskan sendiri, menghancurkan
ladang kami, mereka bilang di sana disembunyikan
peluncur roket Qassam, padahal kami hanya
menanam stoberi, tomat ceri dan kembang krisan,

Padahal kami bukan Fatah, bukan Hamas, karena
kami cuma petani, di Utara Gaza, Palestina kami.

Lihat, potret anak kami, teramat muda ketika
ia mati. Dan, dua belas adiknya, tak lagi mau
mendengarkan kami, tak mau lagi belajar menggaru
dan menyiang gulma di ladang stroberi kami.

Kalau kami dengar suara roket diluncurkan,
kami kira seorang anak kami telah merakit
dan meluncurkannya. Kami berharap roket itu
tidak menghantam ladang-ladang jeruk di tanah
subur di seberang batas sana, tanah kami juga.

 

Palestina, 5

: untuk nelayan di Rafah, pantai Selatan Gaza

Kami tak perlu peluru untuk memburu ikan-ikan
di Laut Mediterania, tapi, kenapa kau arahkan
juga senapan mesin itu ke lambung perahu kami?

Tanpa perahu, haruskah mengemis di jalan Gaza?

Kami cuma menjaring ikan-ikan untuk makan, untuk
lima anak yang kelaparan, untuk membangun lagi
rumah yang kalian hancurkan, tapi, kenapa kapal
patrolimu menghancurkan jaring-jaring kami?

Kalau kami mengemis di jalan-jalan Gaza, tembak saja,
sebab pasti kau sangka kami membawa bom bunuh diri!

 
Palestina, 6

     SESEORANG berlatih
   dengan peluru,
        laras senapan, dan
   teleskop bidik

Seseorang belajar
        bagaimana melawan
       dan merawat luka-luka
      tanahairnya

      Beberapa orang
     mengais-ngais sisa
      pada peta yang berubah
  karena senjata

  Beberapa orang
 menciptakan luka-luka
      di tubuh tanah, peta
     yang berdarah itu
 

Sebutir Telur di Liang Kubur

: Palestina dan Yasser Arafat

Seperti Sabda belum diwahyukan. Khutbah
belum usai. Bahkan. Belum juga dimulai.

Kita pun menunggu. Kursi pun menunggu.
Siapa yang duduk berselimut putih itu?

Seperti Ayat belum diturunkan. Kitab-kitab
belum jadi alasan pembantaian. Belum dituliskan.

Di liang itu, kuburmu mengerami sebutir Telur.
Kita pun menunggu: yang kelak menetas disitu.

2008-2018

Iklan

3 pemikiran pada “Beberapa Sajak tentang Palestina dan Sebutir Ayat yang Belum Menetas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s